Sahabat adalah teman terbaik yang selalu ada and always
together. Ada saat senang dan ada juga saat sedih. aku beruntung mengenalnya.
dia yang menemaniku selama aku kuliah di sini. kita yang selalu berangkat bersama
dan pulang pun juga bersama-sama. Banyak hal yang kita lakukan bersama. Tapi bukan
berarti tugas mencontek. Kita mengerjakan sendiri tugas-tugas tapi kiranya ada
kesulitan kita saling sharing. So, kita berusaha untuk tidak saling merugikan
apalagi memanfaatkan. Kita sepasang sahabat yang memiliki prinsip dan pemikiran
yang sejalan. Jadi kalau membahas sesuatu kita nyambung. Enak dech kalau pas
sharing.
Sahabatku ini nama panggilannya yeni. Aku memanggilnya mbk yeni.
Sebenarnya kalau kata mbk-nya dihilangkan mungkin akan terlihat lebih akrab
kalau didengar orang. Ini semua karena kebiasaan sejak dulu. Awalnya, karena
belum saling kenal agar terlihat sopan kalau memanggil siapapun ada
embel-embelnya mbk termasuk memanggil mbk yeni. Sekarang kalau hanya manggil
yeni terkesan aneh. Yasudahlah, lagian sudah terlanjur. Ini bukan suatu masalah
yang serius. Yang penting hubungan persahabatan ini tetap kokoh.
Dia lahir pada bulan januari 1996. Dia lahir 1 bulan lebih awal
dariku. Jadi usia kita tidak jauh beda. Dia tinggal di Trenggalek se-kabupaten
denganku. Tepatnya dia tinggal di
kecamatan tugu. Kecamatan yang aneh karena namanya tugu tapi tidak ada
tugunya. Mbk yeni ini memiliki 1 kakak dan 2 keponakan yang masih kecil-kecil. Setahuku
dia punya kakak satu tapi dia sering cerita tentang kakaknya yang ada di
malang, di surabaya, dan di blitar. Saking banyaknya aku tidak tahu itu kakak
yang bagaimana. Keponakan mungkin. Dia amat dekat dengan saudara-saudaranya. Sering
jalan bareng. Dia sangat baik dengan saudara-saudaranya jadi dia memiliki
hubungan baik dengan saudara-saudaranya.
Yeni itu memiliki kulit putih. Lebih putih dari aku. Kalau
dibawah sinar matahari kulitku gampang gelap kalau dia ini tidak meski
berlama-lama di bawah sinar matahari, dia tetap putih. Dia lebih beruntung. Dia
memiliki mata yang lumayan lebar. Hidungnya lumayan mancung, badanya tidak
gemuk, tingginya juga lumayan. Semua serba lumayan menurutku. Tapi tetap oke.
Artinya tidak kelebihan atau kurang. Kalau dia mau berrias sedikit dia akan
terlihat lebih cantik misal pakai lipstick, mascara, dll. Tapi sebagai
mahasiswa tetap berias sewajarnya. Dia tetap manis meski tidak berrias.
Soal baju dia itu kekinian sampai ada yang bilang, sekelas hanya
dia yang kekinian. dia mengikuti tren. Dia itu selalu berpenampilan rapi. Apa
yang dipakainya harus nyambung misal warna rok, baju dan kerudung harus
nyambung kalau tidak, dia akan malu saat berjalan. Penampilannya tidak
berlebihan tapi terkesan rapi. Kita juga biasanya saling mengkritik soal
penampilan. Saling memberi masukan. Ada beberapa baju yang kita miliki itu
sama. Kadang tidak sengaja kita memakainya bersamaan. Kelihatan seperti kembar
dehh.
Berbicara tentang kekinian, ya jelaslah dia kekinian karena dia
alumni dari SMA 2 Trenggalek nama kerenya SMADA. SMA yang bergengsi. Terkenal dengan
spp yang mahal, siswa-siswinya yang gaul-gaul selalu kekinian. Bahkan setiap
penerimaan siswa baru banyak yang tidak diterima. Dulu pas dia cerita kalau
lulusan SMADA, aku cukup kaget karena dia polos. Sempat aku berfikir, oh siswa SMADA
ada yang polos juga to. Polosnya itu dilihat dari wajahnya. Tidak galak juga
tidak berrias aneh-aneh. Agak pendiam. Tutur bahasanya juga sopan. Tapi setelah
kenal lama ternyata tidak kalau dia polos. Dia itu tahu banyak tentang
informasi. Informasi yang ada di Trenggalek dia tahu banyak,. informasi tentang
kampus, informasi tentang tempat wisata, tempat makan, dll.
Soal intelek, dia memang pintar. Katanya, dia selalu mendapat
peringkat 3 besar baik di SD, SMP atau SMA. Waw keren. Bahkan saat kuliah ini
dia 2 kali mendapat peringkat 1. Kalau yang belum kenal dia akan bilang pintar,
cekatan pokoknya keren, antusias atau kuatlah orangnya. Padahal dibalik itu dia
gampang panik. Dia itu cengeng. Tugas tidak berhasil dia nangis. Kalau pas dia
nangis gara-gara tugas, sebagai teman aku sok menghibur, sok prihatin padahal
sebenarnya aku ketawa. Dia seperti anak kecil. Yang penting kita sudah
berusaha. Kalau tidak berhasil berarti sedang tidak beruntung. Tapi memang itu
karakter dia panik dan gampang cengeng. Tapi dia sama teman perhatian. Kalau
kiranya aku butuh dia membantu.
Dia sukanya nge-trip dan jalan-jalan. Sudah banyak tempat yang
dia datangi. Tempat tongkrongan dan kafe di Trenggalek sudah ia datangi hampir
menyeluruh. Bahkan wisata yang ada di Gandusari, dia sudah mendatanginya. Aku saja
yang rumahnya di daerah situ belum pernah kesana. Dia selalu update. Aku yang
biasanya ke Kampak tidak tahu ada tempat yang menarik disana. Dia sudah tahu. Bahkan
aku tahunya dari dia. Waw keren. Dia juga beberapa kali mengajak aku
jalan-jalan. Asyik pokoknya.
Dia itu pintar membagi waktu. Waktu untuk nongkrong, nonton,
nge-trip, jalan-jalan dan untuk belajar. Tapi dia selalu mengutamakan belajar. So
good. Bukan hanya pintar memanajemen waktu, memanajemen uang juga pintar. Masalah
ngirit dia pintar. Tapi bukan berarti dia pelit. Dia tidak pelit. Kalau main di
kontrakannya dia selalu menyuguhi dengan makanan. Sebenarnya aku banyak belajar
dari dia. Belajar memanajemen waktu. Tahu saatnya serius dan saatnya
bersantai-santai. Banyak mendapat informasi dari dia. Tapi informasi yang
mendidik. Thank you,
friend…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar