Selasa, 20 September 2016

Tentang Dia Yang Selalu Ada


Sahabat adalah teman terbaik yang selalu ada and always together. Ada saat senang dan ada juga saat sedih. aku beruntung mengenalnya. dia yang menemaniku selama aku kuliah di sini. kita yang selalu berangkat bersama dan pulang pun juga bersama-sama. Banyak hal yang kita lakukan bersama. Tapi bukan berarti tugas mencontek. Kita mengerjakan sendiri tugas-tugas tapi kiranya ada kesulitan kita saling sharing. So, kita berusaha untuk tidak saling merugikan apalagi memanfaatkan. Kita sepasang sahabat yang memiliki prinsip dan pemikiran yang sejalan. Jadi kalau membahas sesuatu kita nyambung. Enak dech kalau pas sharing.
Sahabatku ini nama panggilannya yeni. Aku memanggilnya mbk yeni. Sebenarnya kalau kata mbk-nya dihilangkan mungkin akan terlihat lebih akrab kalau didengar orang. Ini semua karena kebiasaan sejak dulu. Awalnya, karena belum saling kenal agar terlihat sopan kalau memanggil siapapun ada embel-embelnya mbk termasuk memanggil mbk yeni. Sekarang kalau hanya manggil yeni terkesan aneh. Yasudahlah, lagian sudah terlanjur. Ini bukan suatu masalah yang serius. Yang penting hubungan persahabatan ini tetap kokoh.
Dia lahir pada bulan januari 1996. Dia lahir 1 bulan lebih awal dariku. Jadi usia kita tidak jauh beda. Dia tinggal di Trenggalek se-kabupaten denganku. Tepatnya dia tinggal di  kecamatan tugu. Kecamatan yang aneh karena namanya tugu tapi tidak ada tugunya. Mbk yeni ini memiliki 1 kakak dan 2 keponakan yang masih kecil-kecil. Setahuku dia punya kakak satu tapi dia sering cerita tentang kakaknya yang ada di malang, di surabaya, dan di blitar. Saking banyaknya aku tidak tahu itu kakak yang bagaimana. Keponakan mungkin. Dia amat dekat dengan saudara-saudaranya. Sering jalan bareng. Dia sangat baik dengan saudara-saudaranya jadi dia memiliki hubungan baik dengan saudara-saudaranya.
Yeni itu memiliki kulit putih. Lebih putih dari aku. Kalau dibawah sinar matahari kulitku gampang gelap kalau dia ini tidak meski berlama-lama di bawah sinar matahari, dia tetap putih. Dia lebih beruntung. Dia memiliki mata yang lumayan lebar. Hidungnya lumayan mancung, badanya tidak gemuk, tingginya juga lumayan. Semua serba lumayan menurutku. Tapi tetap oke. Artinya tidak kelebihan atau kurang. Kalau dia mau berrias sedikit dia akan terlihat lebih cantik misal pakai lipstick, mascara, dll. Tapi sebagai mahasiswa tetap berias sewajarnya. Dia tetap manis meski tidak berrias.
Soal baju dia itu kekinian sampai ada yang bilang, sekelas hanya dia yang kekinian. dia mengikuti tren. Dia itu selalu berpenampilan rapi. Apa yang dipakainya harus nyambung misal warna rok, baju dan kerudung harus nyambung kalau tidak, dia akan malu saat berjalan. Penampilannya tidak berlebihan tapi terkesan rapi. Kita juga biasanya saling mengkritik soal penampilan. Saling memberi masukan. Ada beberapa baju yang kita miliki itu sama. Kadang tidak sengaja kita memakainya bersamaan. Kelihatan seperti kembar dehh.
Berbicara tentang kekinian, ya jelaslah dia kekinian karena dia alumni dari SMA 2 Trenggalek nama kerenya SMADA. SMA yang bergengsi. Terkenal dengan spp yang mahal, siswa-siswinya yang gaul-gaul selalu kekinian. Bahkan setiap penerimaan siswa baru banyak yang tidak diterima. Dulu pas dia cerita kalau lulusan SMADA, aku cukup kaget karena dia polos. Sempat aku berfikir, oh siswa SMADA ada yang polos juga to. Polosnya itu dilihat dari wajahnya. Tidak galak juga tidak berrias aneh-aneh. Agak pendiam. Tutur bahasanya juga sopan. Tapi setelah kenal lama ternyata tidak kalau dia polos. Dia itu tahu banyak tentang informasi. Informasi yang ada di Trenggalek dia tahu banyak,. informasi tentang kampus, informasi tentang tempat wisata, tempat makan, dll.
Soal intelek, dia memang pintar. Katanya, dia selalu mendapat peringkat 3 besar baik di SD, SMP atau SMA. Waw keren. Bahkan saat kuliah ini dia 2 kali mendapat peringkat 1. Kalau yang belum kenal dia akan bilang pintar, cekatan pokoknya keren, antusias atau kuatlah orangnya. Padahal dibalik itu dia gampang panik. Dia itu cengeng. Tugas tidak berhasil dia nangis. Kalau pas dia nangis gara-gara tugas, sebagai teman aku sok menghibur, sok prihatin padahal sebenarnya aku ketawa. Dia seperti anak kecil. Yang penting kita sudah berusaha. Kalau tidak berhasil berarti sedang tidak beruntung. Tapi memang itu karakter dia panik dan gampang cengeng. Tapi dia sama teman perhatian. Kalau kiranya aku butuh dia membantu.
Dia sukanya nge-trip dan jalan-jalan. Sudah banyak tempat yang dia datangi. Tempat tongkrongan dan kafe di Trenggalek sudah ia datangi hampir menyeluruh. Bahkan wisata yang ada di Gandusari, dia sudah mendatanginya. Aku saja yang rumahnya di daerah situ belum pernah kesana. Dia selalu update. Aku yang biasanya ke Kampak tidak tahu ada tempat yang menarik disana. Dia sudah tahu. Bahkan aku tahunya dari dia. Waw keren. Dia juga beberapa kali mengajak aku jalan-jalan. Asyik pokoknya.

Dia itu pintar membagi waktu. Waktu untuk nongkrong, nonton, nge-trip, jalan-jalan dan untuk belajar. Tapi dia selalu mengutamakan belajar. So good. Bukan hanya pintar memanajemen waktu, memanajemen uang juga pintar. Masalah ngirit dia pintar. Tapi bukan berarti dia pelit. Dia tidak pelit. Kalau main di kontrakannya dia selalu menyuguhi dengan makanan. Sebenarnya aku banyak belajar dari dia. Belajar memanajemen waktu. Tahu saatnya serius dan saatnya bersantai-santai. Banyak mendapat informasi dari dia. Tapi informasi yang mendidik. Thank you, friend…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar